Wawali Mor Akan Masukkan Musik kolintang dan Tari Maengket Dalam Muatan Lokal

Rabu, 2 November 2016 16:09 WITA
Wawali Mor Akan Masukkan Musik kolintang dan Tari Maengket Dalam Muatan Lokal
Wakil Walikota Manado Mor akan memasukkan musik kolintang dan tari Maengket dalam kurikulum nasional. 

BAGHUMASPRO -  Demi membangkitkan kembali rasa cinta anak terhadap budaya asli daerahnya, pemerintah kota Manado akan memasukkan musik kolintang, dan tari maengket ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok).

Menurut Pemerintah, revitalisasi musik tradisional Kolintang dan tarian maengket dinilai sangat penting. 

Alasannya, sekarang ini semakin menjamurnya program pemerintah untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Manado.

"Mereka yang datang bukan untuk melihat dance modern, tapi tarian tradisional dan alat musiknya. Makanya harus diajarkan sejak dini apa tari dan alat musik daerahnya," ujar Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastian, Selasa (01/11/2016) di salah satu rumah kopi kawasan pusat kota.

Rencananya, tahun depan dan seterusnya akan diadakan kompetisi musik daerah, baik lokal maupun internasional.

Hal tersebut bertujuan menjaga dan memupuk tradisi asli daerah yang mulai memudar di era yang semakin modern ini.

"Anak - anak akan bertanding menunjukkan kemampuannya, baik antar sekolah gereja atau sebagainya,"kata Mor.

Selain itu pemerintah Kota Manado akan melaksanakan kompetisi antar sekolah dan daerah di Taman Kesatuan Bangsa (TKB).

Hal tersebut bertujuan memberikan hiburan khusus bagi wisatwan selama berada di Kota Manado.

"Kita akan lihat kondisinya, bisa setiap bulan sekali, maupun seminggu sekali," kata Mor.

Terkait hal itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Corry Tendean, mengatakan memang program tersebut sudah lama ada di pelajaran muatan lokal.

Namun selama ini kurang maksimal diajarkan, mengingat tidak semua sekolah memiliki peralatan tersebut.

"Ini rencana yang luar biasa, kalau boleh semua sekolah punya alat musik seperti ini. Apalagi pendidikan tetang budaya daerah sangat penting diberikan sejak dini,"ungkap Corry saat diwawancarai via seluler.

Dibalik itu lomba seni budaya sudah dilaksanakan, namun tidak semua sekolah bisa mengikuti loba tersebut karena keterbatasan alat musik.

"Tahun depan akan kami dorong supaya ada peningkatan," pungkasnya. 

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4163 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas