PT Kogas Akhirnya Kembalikan Uang Penganti Potongan Bantuan Bencana

Jumat, 14 Oktober 2016 13:54 WITA
PT Kogas Akhirnya Kembalikan Uang Penganti Potongan Bantuan Bencana
Tribun Manado
Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan 

BAGHUMASPRO - PT Kogas bersama PPK Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Fentje Salindeho, akhirnya menyerahkan uang penganti potongan bantuan bencana 2014 di Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea.

Uang berjumlah Rp 50 juta itu diserahkan langsung oleh Senior Fasilitator Erwin Supit kepada masyarakat terkait, di Hotel Sahid Kawanua Teling, Kamis (13/10).

"Kami meminta maaf dan saya mengundurkan diri, karena ini tanggung jawab besar," kata Erwin.

Melalui cara tersebut dirinya meyakini akan meredakan situasi pemberitaan terkait pemotongan dana bantuan yang semakin hari semakin memanas.

Apalagi menurut dia informasi pemotongan tersebut keliru, dimana menerima uang tersebut adalah sebagai bentuk ucapan terima kasih masyarakat kepada petugas lapangan.

"Pihak Manajemen melarang petugas untuk menerima uang sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat," kata dia.

Menurut dia pada saat proses penyaluran bantuan, disaksikan langsung oleh beberapa media masa, dan uang diserahkan secara tunai. Tidak ada kegiatan potong memotong seperti yang diberitakan.

"Kami memberikan uang secara utuh, sesudah bubar semua pulang dan kami tidak tahu lagi apa yang terjadi," tuturnya.

Sementara itu Jousi Kumontoy bendahara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tanjung Batu mengatakan, uang tersebut diberikan sebagai rasa terima kasih karena berkat Tuhan datang kepada mereka.

Tidak ada unsur kesengajaan dalam bentuk pemotongan dana. "Tidak ada potongan, itu ucapan terima kasih," ungkap Jousi.

Namun apa pun alasannya Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan menyatakan tindakan itu tidak benar. Karena Ini berhubungan dengan kemanusiaan lewat dana bantuan bencana.

"Kalau menyerahkan uang tersebut berarti benar ada pemotongan. Kalau tidak ada potongan tidak harus diserahkan seperti itu," tegas Mor.

Memberhentikan fasilitator terkait isu pemotongan tersebut kata Mor adalah tindakan tepat.

Pasalnya informasinya bukan hanya dari lurah dan wartawan melainkan masyarakat penerima bantuan lainnya.

"Saya juga mendapatkan sms dari masyarakat keluhan pemotongan dana," kata Mor.

Menurut dia mereka telah mendapatkan fasilitas jadi meski beralasan seperti itu tidak masuk akal, justru akan menjadi kebiasaan buruk bagi kelompok tersebut. Dampaknya besar, bisa menjangkiti Pokmas yang lain.

Bantuan tersebut diumpamakan seperti raskin yang tidak bisa dikurang tambah atau diberikan kepada orang lain.

"Sekali lagi itu tindakan yang tidak tepat, kalau tahu salah kenapa terima?," kata Mor bertanya.

Sementara itu Fentje berharap agar proses kegiatan penyaluran bencana ini berjalan dengan baik. Kemudian tidak akan muncul lagi laporan - laporan terkait potong memotong dana bantuan bencana. 

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4062 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas