Wawali Mor Kaget Ada 12 Dokumen IMB Palsu di BP2T

Rabu, 5 Oktober 2016 10:05 WITA
Wawali Mor Kaget Ada 12 Dokumen IMB Palsu di BP2T
Tribun Manado
Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan 

BAGHUMASPRO - Wakil Wali (Wawali) Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, tagih janji Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) yang akan memperbaiki pelayanan lewat laporan, Selasa (4/10).

Wawali kaget setelah mendapatkan 12 dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diduga dipalsukan yang saat ini disita Pemerintah Kota Manado.

"Tidak ada ampun bagi petugas yang terlibat aksi pemalsuhan data ini. Siap -siap saya ganti, tapi sebelumnya harus berurusan dengan pihak kepolisian," kata Mor hari itu.

Mor berjanji akan menganti semua petugas, bahkan sampai dengan Kepala BP2T.

Hal tersebut untuk membersihkan badan pelayan masyarakat tersebut dari aksi-aksi oknum tak bertanggung jawab. Dimana sering menyusahkan masyarakat dengan maksud agar diberikan uang pelicin.

"Masih ada mafia di BP2T, mereka harus dibasmi," kata Mor menekan.

Sementara itu Kaban BP2T, Bismark Lumentut di tempat yang sama, mengatakan akan menindaklanjuti temuan-temuan IMB palsu secara hukum.

Hal tersebut dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan nyaman di badan yang selalu heboh dengan temuan izin palsu ini.

"Inspektorat sudah ambil alih, kita tunggu hasilnya. Lanjut akan dilaporkan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan," kata Bismark

Kaban membeberkan ada keterlibatan sejumlah pembuat dokumen palsu ini dari dalam internal BP2T.

Bahkan bukan hanya IMB yang dipalsukan, tetapi sejumlah perizinan lain yang tanpa dia ketahui sudah ditebar dan dikantongi masyarakat dengan keterangan palsu.

"Pelakunya bisa masyarakat, Pegawai, pensiun Pegawai, atau pemilik bangunan. Ada dokumen palsu IMB, SIUP, SITU, dan HO yang sudah beredar dan masyarakat tidak tahu itu palsu," kata Kaban.

Lanjutnya semua temuan tersebut akan ditelusuri kemudian diserahkan kepada aparat berwajib. Dimana dirinya telah dijadikan kambing hitam dengan tanda tangan palsu yang meloloskan semua izin palsu.

"Kita akan telusuri siapa pelakunya, nanti media akan kita libatkan dalam pemberitaan," kata dia dengan wajah kecewa.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4004 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas