PD Pasar Manado Tertibkan Pedagang yang Berjualan di Tepi Jalan

Selasa, 13 September 2016 12:26 WITA
PD Pasar Manado Tertibkan Pedagang yang Berjualan di Tepi Jalan
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Manado, di bawah Ketua PD Pasar Ferry Keintjem melakukan penertiban bangunan liar dan pedagang yang berjualan di badan jalan. 

BAGHUMASPRO - Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Manado, di bawah Ketua PD Pasar Ferry Keintjem melakukan penertiban bangunan liar dan pedagang yang berjualan di badan jalan, Jumat (9/9).

Aksi tersebut berujung protes dan sempat ricuh. Pedagang menolak untuk ditertibkan dengan alasan tidak diberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu.

"Tindakan PD Pasar membuat kami menjadi seperti ayam yang kehilangan induknya," kata Hardi Karim, Ketua LSM Ikatan Pedagang Ikan Manado (IPIM).

Menurut dia bangunan tersebut tidaklah ilegal dan berizin, dimana merupakan kebijakan Wakil Wali Kota lama Harley Mangindaan yang peduli nasib pedagang.

Selain itu kesempatan membangun dan berjualan di tepi jalan, dengan izin Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut waktu itu.

"Jangan main bongkar, seharusnya dicarikan solusi terbaik, sehingga tidak meninggalkan kesan yang tidak baik," katanya.

Selain itu, yang mereka sesali, Dirut PD Pasar tidak pernah datang melihat keberadaan mereka.

Bahkan tidak pernah memberikan surat peringatan terkait aksi penertiban yang akan berlangsung hari ini.

"Tolong Pak Wali Kota carikan solusi, ini permasalahan tiba saat tiba akal," katanya.

Tambahnya jika permohonan mereka tidak diindahkan, maka akan terjadi aksi demo.

Apalagi kebijakan yang dikeluarkan tidak bersahabat dengan pedagang, kemudian hanya menguntungkan PD Pasar.

"Kami berharap Pak Rum Usulu kembali memimpin PD Pasar Manado, bapak sangat bersahabat dan tahu apa yang harus dilakukan," katanya dengan nada kecewa.

Dirut PD Pasar diwakili oleh Koordinator Pasar Bersehati Pomi Karim mengatakan, penertiban ini bukan untuk mengusir pedagang, melainkan mengembalikan fungsi jalan untuk para pejalan kaki.

"Kami tertibkan dan mengembalikan mereka ke tempat yang seharusnya. Mereka punya hanggar tempat berjualan," kata Karim.

Tindakan mereka hari itu berbuah manis, berjumlah 100 orang pedanggang dikembalikan ke hanggarnya masing-masing, meski terjadi aksi berlawanan.

Bahkan bukan hanya pedagang ikan ikut ditertibkan, tapi pedagang buah nanas dan pisang juga.

"Kalau bilang tidak informasi itu bohong. Kami sudah menginformasikan lewat surat edaran dan lisan," kata Karim.

Penertiban ini dipastikan akan berlangsung satu Minggu, sebab mereka menemukan kejanggalan di bangunan berlantai dua ini.

Dimana tempat berdagang di Kali Mas diubah menjadi tempat kos-kosan, sudah tidak sesuai fungsinya lagi.

"Yang sudah punya bangunan permanen yang masuk ke badan jalan, bisa bongkar sendiri. Ini adalah bentuk penataan pasar," tukas Karim.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3894 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas