Kadis Sosial Manado Pastikan Aksi Mengemis Berjualan Kacang Dijadikan Bisnis Baru

Selasa, 13 September 2016 11:56 WITA
Kadis Sosial Manado Pastikan Aksi Mengemis Berjualan Kacang Dijadikan Bisnis Baru
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Gelandangan dan pengemis yang terjaring operasi Dinas Sosial Manado diberikan pembinaan. 

BAGHUMASPRO - Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere, memastikan aktivitas mengemis dengan modus jual kacang adalah bisnis baru di Kota Manado.

Akibatnya bisnis tersebut sejumlah keluhan masyarakat datang kepada dirinya.

Dia meyakini ada yang mengkoordinir aksi tersebut, karena hampir setiap hari jumlah penjual kacang meningkat.

"Bisa dikata ini gaya mengemis cara halus. Mereka bukan jualan tapi berharap belas kasihan," kata Kadis, Sabtu (10/9).

Aksi mengemis itu hampir ditemukan di semua toko, bahkan yang jadi target adalah rumah makan yang padat pengunjung.

Meski sering tertangkap operasi mereka (pengemis) tetap kembali melakukan aksi yang sama.

"Ini bisnis baru dan sifatnya menjamur. Lihat saja ada yang nekat mengemis di depan palang pintu masuk keluar MTC," ujarnya.

Dirinya menyesali aksi orang tua yang menjadikan anaknya pengemis, seperti yang terjadi di keramaian emperan pertokoan kawasan Megamas dan sebagainya.

Mereka memohon belas kasih dan sudah pandai berdusta demi rupiah.

"Ini akan jadi warning bagi kami. Kedepan saat tertangkap operasi maka orang tua yang bersangkutan harus datang untuk memberikan keterangan," katanya kecewa.

Dia berharap agar masyarakat tidak memberikan uang kepada para pengemis tersebut, karena sebagian besar sehat dan kacamata hitam hanyalah modus.

"Saya pastikan pengemis lebih sejahtera dari Pegawai Negeri Sipil. Sehari mereka bisa meraup uang sampai Rp 500 ribu, dan ini kenyataan sekarang," kata Kadis.

Sementara itu, Denny Walan warga Kota Manado mengatakan, sering kesal dengan aksi para pengemis ini.

Bagaimana tidak, hampir setiap hari datang ke rumah makannya, sehingga pelanggannya tidak merasakan nyaman atas pelayanannya.

"Ada yang mengemis pakai kacamata hitam, tapi telinga tertutup dengan hand set. Anehnya dia punya smart phone, cuma di Kota ini ada pengemis gaya seperti ini," kata Denny Kecewa.

Dia berharap agar pemerintah jangan memberikan kelonggaran terhadap aksi tersebut, sehingga rantainya bisa terputus.

Apalagi mengemis belas kasih sudah menjadi bisnis yang menjanjikan.

"Coba instansi terkait beroperasi di jalan penghubung Samrat dan Boulevard, mereka banyak disitu sering menyebabkan kemacetan," tukas Denny.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3891 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas