Pemko Manado Fokus Pembentukan Lembaga SKPD

Kamis, 8 September 2016 19:59 WITA
Pemko Manado Fokus Pembentukan Lembaga SKPD
mediamanado.com
Walikota Manado, DR G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA, Buka Sosialisasi dan Pemantapan Tugas PPK dan Bendahara SKPD Di Lingkungan Pemkot Manado 

BAGHUMASPRO - Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, melalui Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Hansye Tinangon memastikan setelah resminya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), saat ini Pemerintah Kota Manado fokus pada pembentukan lembaga-lembaga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Selain itu, pemko akan fokus pada proses seleksi eselon dua, dan tiga yang akan menduduki Kepala Badan, Dinas, dan Kepala Bidang.

"Sistemnya minimal, miskin struktural dan kaya fungsi," kata Tinangon, Rabu (7/9) di kantornya.

Perampungannya berdasarkan nomen klatur sesuai putusan DPRD Manado beberapa waktu lalu.

Kemudian masing-masing bidang akan berproses, contohnya dinas badan sesuai tipe masing-masing.

"Minimal Kepala Badan ada empat, apalagi yang mendapatkan tipe A, mereka akan menjadi contoh bagi bidang lain," kata Kaban.

Yang layak menduduki posisi tersebut harus melalui penilaian lewat catatan harian khusus oleh BKDD dan Inspektorat.

Penilaiannya lewat assesment melalui lembaga yang berkompetensi di bidangnya.

"Kita akan menilai kinerjanya namun akan ada pertimbangan dari segi kepangkatan," kata Kaban.

Bagi Kaban semua kemungkinan bisa terjadi, ada eselon III akan naik jadi eselon II, dan eselon dua akan mendapatkan posisi khusus sesuai prestasinya ketika menjabat sebagai Kaban atau Kadis.

Dimana Wali Kota dan Wakilnya akan memberikan penilaian khusus terkait laporan yang masuk.

"Eselon II bakalan berkurang pada proses perampingan, seperti staf ahli dibidang masing-masing,"kata Tinangon.

Untuk jumlah yang terancam diberhentikan Pemkot belum bisa memastikan siapa dan dari mana saja.

Sebab Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakilnya Mor Bastiaan fokus pada proses perampingan, rencana posisi para Kepala Badan di bidang masing-masing.

Dibalik itu mereka sudah menyiapkan kajian khusus, dan kemungkinan besar akan selesai dibahas bulan depan.

"Pemilihannya tidak berdasarkan like dislike. Yang jelas jabatan eselon empat saat ini sebanyak 500 - san orang, akan berkurang 200 orang," kata Kaban.

Mengenai nasib Kepala SKPD yang bakalan non job, dirinya meminta tidak perlu takut.

Karena Pimpinan memperhatikan nasib bawahannya, apalagi saat ini Kota Manado sementara berbenah menuju kota Smart City.

"Yang jelas mereka yang Cerdas dan dekat dengan Pimpinan," kata Tinangon dengan nada serius.

Sementara itu menyikapi hal tersebut Kaban BLH Heri Saptono yang akan tergabung dengan Dinas Kebersihan, tidak terlalu mengambil pusing siapa yang akan memimpin jajaran tersebut.

Melainkan mempercayakan hal tersebut kepada Pimpinan Kota sebagai penentu.

"Saya tak mau komentar, hanya fokus bekerja. Apalagi keputusan tersebut akan berlaku tahun depan," kata Saptono.

Dirinya berharap agar keputusan tersebut akan memberikan dampak positif pada perkembangan di jajaran SKPD masing-masing, khususnya untuk perkembangan kota nyiur melambai itu sendiri.

"Saya siap mau diposisikan dimana saja, itukan memang tugas dan tanggung jawab seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)," kata Saptono.

Sama dikatakan oleh Kepala Dinas Sosial Frans Mawitjere yang akan bergabung dengan BPMPK yang dipimpin oleh Dispener Tahulending.

Menurut dia siapa saja yang ditunjuk sebagai pimpinan tidak akan menjadi masalah, apalagi masa kerjanya akan segera berakhir.

"Saya sudah mau pensiun, masih ada tenaga muda lainnya yang layak mengantikan posisi ini. Kedepan saya mau beternak ayam, menghabiskan masa tua saya," tukas Mawitjere.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3877 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas