BKKBN Manado Gelar Lomba Bina Keluarga Balita

Rabu, 24 Agustus 2016 17:17 WITA
BKKBN Manado Gelar Lomba Bina Keluarga Balita
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Manado, menggelar lomba Mars Bina Keluarga Balita (BKB) bersama kelompok holistik Integratif di Tugu Kampung KB Kelurahan Ketang Baru, Rabu (24/8). 

Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

BAGHUMASPRO - Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Manado, menggelar lomba Mars Bina Keluarga Balita (BKB) bersama kelompok holistik Integratif di Tugu Kampung KB Kelurahan Ketang Baru, Rabu (24/8).

Selain bertujuan meningkatkan pengguna KB, baik laki-laki maupun perempuan, hal ini juga sebagai bentuk ucapan syukur atas meningkatnya pengguna KB.

"Saat ini sudah ketambahan tiga orang untuk KB Vasektomi dan tahun ini tercatat 33 yang orang yang ikut program ini,"kata Kaban BKKBN Micler Lakat.

Lomba tersebut bersamaan dengan pelayanan KB gratis mengikuti intervensi program dengan dasar jumlah penduduk di seluruh Kota Manado.

Apalagi sesuai istruksi Pemerintah Pusat bahwa dua anak dalam satu rumah tangga cukup.

"KB sebenarnya untuk mengatur pertumbuhan penduduk, misalnya memiliki anak tapi ada jarak yang wajar,"kata Lakat.

Sementara itu masing-masing peserta terus menunjukan kemampuan bernyanyinya bersama anggota kelompok. Ada yang menggunakan gitar, gambus, rebana, dan lain sebagainya.

"Hadiahnya berupa alat permainan edukatif untuk balita dengan program tribina diperebutkan hari ini," kata Lakat.

Program lain yang dilangsungkan hari itu adalah tubektomi, vasektomi, implant, dan IUD.

Semua di lakukan secara gratis tidak dipungut biaya sepeserpun.

Apalagi kader-kader KB di tiap-tiap kelurahan akan membantu mensosialisasikan program ini kepada masyarakat disekitarnya.

"Ini program yang luar biasa, apalagi kita menjadi daerah percontohan bagi kelurahan lain," kata Muhammad Jabir Awal, Lurah Ketang Baru.

Menurut dia mereka bertugas membawa delapan fungsi pembentukan pengurus KB. Seperti fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

"Setialah pada pasangan anda, atur jarak kehamilan. Inilah tugas kami membantu BKKBN untuk mengontrol angka kelahiran," kata Lurah.

Perlu diketahui delapan kelurahan yang bersaing dalam lomba tersebut, yaitu BKB Kelurahan Mahakeret Barat, BKB Kelurahan Paal Dua, BKB Kelurahan Sumompo, BKB Kelurahan Lawangirung, BKB Kelurahan Paniki Dua, BKB Kelurahan Ketang Baru, BKB Kelurahan Teling Bawah, dan BKB Kelurahan Teling Atas.

Setelah lama menunggu akhirnya tiga kelurahan dinyatakan juara, yaitu BKB Suka Cita Kelurahan Paal Dua, BKB Pandai Kelurahan Teling Bawah, dan BKB Binasari tergabung dengan Kumtum Tiga Kelurahan Ketang Baru.

"Kedepan kita akan membentuk kelompok bina Keluarga Pemuda, Remaja, dan lansia di bawah bimbingan Kaban BKKBN. Hal tersebut juga akan menekan terjadinya pernikahan dini, dan kekerasan dalam rumah tangga," tukas Lurah.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3797 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas