Wali Kota Manado Raih Penghargaan Citra Daerah

Rabu, 13 Juli 2016 15:23 WITA
Wali Kota Manado Raih Penghargaan Citra Daerah
Pemkot Manado
Walikota Manado Vicky Lumentut 

BAGHUMASPRO - Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut, menerima penghargaan citra daerah sejarah Kota Manado dalam bentuk buku dari Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mustari Irawan, di Kantor DPRD Manado, Selasa (12/7).

Mustari menyampaikan bahwa kota Manado adalah kota kedua setelah Kota Lamongan yang mendapatkan citra daerah.

Apalagi kota Manado punya peranan penting dalam perjalanan sejarah.

"Kota ini kaya akan keragaman budaya dan kerukunan. Jadi layak diarsipkan serta menerima penghargaan ini," ungkap Mustari di depan para anggota Dewan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Menurut Mustari, dengan adanya masa lalu, maka akan ada pembangunan di  masa depan.

Apalagi banyak budaya yang harus dibangun dan diarsipkan dari Kota Nyiur Melambai yang dikenal dengan semboyannya 'Sitou timou timoutou'.

"Kolintang akan diarsipkan sebagai alat musik asli dari Kota Manado," katanya lagi.

Ia sempat memuji Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang berjuang mengembangkan kota ini sehingga bisa terarsipkan.

Ia pun berharap dengan penghargaan ini bisa berdampak positif ke kota yang lain lewat sejarah-sejarahnya.

"Di bawah pimpinan pak Vicky, Manado akan maju," pujinya.

Menanggapi hal tersebut Vicky mengatakan arsip dan buku merupakan pintu hari-hari lampau, dimana akan menyadarkan jati diri anak bangsa meraih masa depan yang gemilang.

"Yang tertulis diatas daun lontar kini berubah dalam tulisan digital. Semoga dengan arsip ini, anak cucu kita menghargai nilai sejarah," kata Vicky.

Sementara itu Kepala Arsip Kota Manado, Syane Purukan mengatakan berbagai peristiwa penting yang terjadi di kota ini perlu diketahui oleh masyarakat lewat arsip tersebut.

Supaya nantinya tidak terlupakan dan menghilang seiring dengan perubahan zaman.

"Arsip adalah kekuatan menyongsong masa depan," katanya.

Dirinya berharap agar arsip menjadi paduan generasi muda untuk melihat bagaimana perjuangan masa lampau dalam membentuk sebuah sejarah.

Bentuknya berupa pameran foto tempo dulu, sebagai memorial perjalanan Kota tua ini dari usia satu tahun hingga 393 tahun.

"Kita akan menggelar pameran foto selama tiga hari berturut, untuk menghargai nilai sejarah yang kita anut," ungkap Syane.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3546 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas