Pemko Manado Akan Bangun Rumah Singgah Penderita HIV/AIDS

Senin, 13 Juni 2016 11:46 WITA
Pemko Manado Akan Bangun Rumah Singgah Penderita HIV/AIDS
Tribunnews Manado
Grafis HIV/AIDS Bolmong 

BAGHUMASPRO - Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere memastikan akan ada rumah singgah bagi penderita HIV AIDS.

Selain itu, akan ada pelatihan kerja dan penyaluran dana bantuan sosial khusus usaha sesuai permintaan.

Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) juga masuk ke dalam tugas mereka disisi sosial, yaitu dengan cara pendampingan.

"Benar akan ada rumah khusus, nanti akan dibangun bersama penampungan gelandangan, PSK, dan sebagainya," kata Mawitjere, Jumat (10/6) di kantornya.

Selain bantuan dasar akan diberikan bantuan khusus bagi usaha para pengidap ini.

Dana tersebut adalah dana wajib, jika ada permohonan langsung kepada mereka.

"Ada dananya, nanti kita sesuaikan dengan jenis usaha," jelasnya.

Terkait lahan untuk membangun rumah sakit, pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai tiga miliar untuk pengadaan lahan.

Para ODHA itu akan dilatih bercocok tanam, dan sejenisnya, yang pada intinya untuk pemberdayaan diri.

"Mereka lemah, jadi itu yang tepat," kata Mawitjere.

Selain itu, dalam rencana kalender event khusus program tersebut, menurutnya nanti akan ada konseling dan bimbingan rohani.

Sehingga mereka (pengidap HIV AIDS) memiliki semangat hidup, dan tak harus menjangkitkan virus ini kepada orang lain.

"Kita sudah coba sebelumnya, dan berhasil," tambahnya.

Selain itu, mereka akan menggerakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menarik minat usaha untuk para penderita.

Hal tersebut dilakukan agar jauh dari kesan diskriminalisasi yang menjadi pemicu kematian para pengidap.

"Kalau kita jauhi, bahaya mereka bisa dendam dan menjangkiti mereka yang sehat," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado, Atto Bulo mengatakan, perusahaan tidak boleh memecat pekerjanya jika terinveksi virus ini.

Hal tersebut sebagai bentuk perhatian mereka terhadap pengidap HIV AIDS.

"Mereka (perusahaan) yang memutuskan hubungan kerja, bakalan dikenakan sangsi sesuai undang-undang," ujarnya.

Menurut dia sesuatu yang keliru jika persyaratan kerja memasukan larangan jika ada penderita penyakit ini.

Apalagi itu sudah melanggar Hak Asasi Manusia.

"Silahkan lapor, pintu kami terbuka jika Anda mengidap virus ini kemudian diberhentikan dengan sengaja," imbaunya.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3442 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas