One Way Traffic Manado Masih Perlu Dievaluasi

Jumat, 8 April 2016 10:13 WITA
One Way Traffic Manado Masih Perlu Dievaluasi
Tribun Manado
Ruas jalan di depan Pasar Segar Paal 2 Manado.

TRIBUNNEWS.COM - Setelah dua bulan, pelaksanaan jalur satu arah (one way traffic) mulai menunjukkan hasil.

"Untuk lakalantas, biasanya tiap minggu lima kasus, ini dalam dua bulan hanya dua. Di wilayah one way traffic," ujar Kasatlantas Polresta Manado, Kompol Roy Tambajong, Kamis (7/4).

Meskipun begitu, masih ada hal yang perlu dievaluasi agar jalur satu arah berjalan maksimal.

Kompol Roy Tambajong mengatakan bahwa titik kemacetan sebanyak sembilan titik masih terpusat di zero point. Hal ini disebabkan perilaku para sopir mikro yang tidak mengikuti aturan.

"Ibarat paku, para sopir ini harus terus diketok. Mereka selalu berpikir untuk cari duit, sementara kepentingan orang lain juga ada di situ. Tapi perlahan kita tata," ucapnya.

Selain itu, angka pelanggaran di malam hari masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan siang hari.

"Kalau malam banyak yang lawan arus. Kalau soang kurang, karena banyak alternatif jalan untuk belok. Secara keseluruhan, ini berhasil," tuturnya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah minimnya infrastruktur yang sangat mempengaruhi situasi di lapangan.

"Kalau bagus, kondisi bagus. Kalau infrastruktur amburadul, kondisinya amburadul. Polisi tak ada anggaran, malam dana pribadi sering keluar," ucapnya.

Menurut Kompol Roy, ada tiga kebijakan nasional, yaitu manajemen dan transportasi, sarana dan prasarana, dan pembuatan terminal. Antara Polisi dan pemerintah sudah ada tugasnya masing-masing.

"Manajemen rekayasa lau lintas sudah polisi lakukan, sisanya adalah pemerintah. Kita tak bisa lakukan karena bukan tugas polisi. Saya telpon terus, terserah mau bosan atau tidak," tutupnya. (Advertorial)

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
3112 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas