Pemerintah Manado Sudah Mulai Terapkan Kantong Plastik Berbayar

Kamis, 25 Februari 2016 12:25 WITA
Pemerintah Manado Sudah Mulai Terapkan Kantong Plastik Berbayar
Program plastik berbayar saat berbelanja dikatakan sangat bagus agar tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

BAGHUMASPRO - Pemerintah mulai melakukan uji coba penerapan kantong plastik berbayar di retail-retail modern di Indonesia pada Minggu 21 Februari lalu.

Program pemerintah ini sudah mulai berjalan di beberapa Ritel yang tersebar di Kota Manado.

Pantauan Tribun Manado, Selasa (23/2) beberapa ritel sudah menjalankan program ini.

Sosialisasi berupa tulisan ini sudah terpajang di toko-toko dan kantong plastik sudah berbayar Rp 200.

Beberapa warga Kota Manado menanggapi program pemerintah ini, Seperti Rita, ibu rumah tangga ini menilai.

Program plastik berbayar saat berbelanja dikatakan sangat bagus agar tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

"Bagus program ini, agar supaya orang-orang yang hobi buang plastik sembarang sadar, dan mereka bisa menyimpan plastik agar digunakan kembali atau saja saat berbelanja bisa membawa tas tanpa harus kantong plastik," jelas ibu dua anak ini. Lanjutnya, program Kementerian Lingkungan Hidup guna mengurangi sampah plastik.

"Mari kita kurangi pemakaian sampah plastik demi kebaikan lingkungan kita," Tambahnya.

Dia berbagi pengalaman, saat sedang berbelanja di ritel ada seorang warga negara asing (bule) sedang belanja di salah satu ritel.

Kemudian seorang karyawan menawarkan kantong plastik agar barang-barangnya itu bisa tersimpan di dalam kantong plastik.

Tapi si warga asing menolak sebab menurut dia kalau penggunaan plastik bisa menambah volume sampah.

"Beliau katakan kalau dia prihatin dengan Pulau Bunaken yang penuh dengan sampah. Warga asing saja mau menjaga lingkungan dengan cara mengurangi pemakaian plastik. Kita harus malu sama mereka. Jadi mari kita bersama-sama menjaga dan lestarikan lingkungan hidup dengan mengurangi pemakaian kantong plastik serta jangan membuang sampah sembarangan." ujar wanita berusia 46 tahun ini.

Begitu juga Risal, pria berusia 30 tahun ini mengatakan, jangan sampai program ini berjalan dan tidak sesuai dengan harapan. "Jangan hanya sampai diprogram saja dan tidak jalan. Harus diterapkan dan berjalan seterusnya. Kalau saya menilai, warga saat ini lebih memilih membayar Rp 200 dibandingkan repot-repot membawa kantong plastik dari rumah, tapi semuanya tergantung dari diri kita masing-masing," katanya.

Kaban BLH Kota Manado Heri Saptono mengatakan, saat iniManado masih sosialiasi surat edaran kantong plastik berbayar.

"Kita sudah kumpul pengusaha retail, kedepan kita rapat kembali diManado. Di Manado beberapa mulai memasang dan menerapkan. Kota Manado termasuk kota yang menjadi uji coba pengurangan kantong plastik. Mudah-mudahan masyarakat mendukung," ujar Saptono.

Dikatakannya, Sudah ada surat edaran wali Kota kepada pengusaha retail seperti super market, mini market dan lainnya. Agar pengguna kantong plastik dikurangi.

"Ke depan setiap kelurahan akan memiliki bak penampungan sampah dan bank sampah. Sosialisasi saat ini sudah jalan agar masyarakat yang hendak ke toko untuk berbelanjan sudah menyiapkan kantong plastik atau tas bukan berbahan plastik sudah disediakan di rumah," imbuhnya. (Advertorial)

Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2978 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas