Kepala Dinkes Kota Manado: Virus Zika Belum Ada dan Tidak Terdeteksi di Kota Manado

Senin, 15 Februari 2016 17:48 WITA
Kepala Dinkes Kota Manado: Virus Zika Belum Ada dan Tidak Terdeteksi di Kota Manado
Istimewa
Meski banyak turis asing yang keluar masuk ke daerah Manado, Dinkes memastikan Virus Zika belum ada dan tidak terdeteksi di Kota Manado

BAGHUMASPRO - Kekhawatiran masyarakat Kota Manado terhadap munculnya Virus Zika di beberapa negara, ditepis oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado.

Ia memastikan Virus tersebut belum ada dan tidak terdeteksi di Kota Manado, meski banyak turis asing yang keluar masuk ke daerah ini.

"Warga tidak perlu takut, sampai saat ini belum ada pasien mengalami penyakit yang menyebabkan microcephaly (kepala bayi mengecil),"jelas dr Robby Motoh, Kepala Dinas Kesehatan KotaManado saat diwawancarai Tribun Manado, Sabtu (13/02).

Menurut dia virus Zika di bawa oleh nyamuk aedes agepty yang dikenal sebagai nyamuk penular malaria dan demam berdarah (DBD) hidup di daerah tropis. Penjangkitannya pun melalui darah manusia, yang digigit oleh nyamuk.

"Penjangkitannya melalui darah, kemudian menghentikan pertumbuhan otak pada bayi. Gejalanya pun sama seperti penyakit influenza. Beda dengan DBD dan malaria dimana infeksinya langsung ke darah,"jelas Motoh.

 Ia menyarankan agar ibu hamil (bumil) tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terinfeksi virus ini, seperti Amerika Latin. Sebab menurut dia angka pertumbuhan virus tersebut cukup cepat dimana sudah terdata 4000 penderita.

"Kami mengefektifkan pemeriksaan di bandar udara Sam Ratulangi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Sebaiknya kalau ada bumil yang mau berangkat ke daerah ini, pertimbangkan dulu,"jelas Kadis.

Sementara itu ia juga menghimbau agar masyarakat mengaktifkan program 3M Plus, meski penurunan angka penderita DBD sangat besar. Sebab di musim pancaroba mudah terserang penyakit musiman.

"Catatan terakhir kami sampai bulan Februari ini baru ada 11 kasus DBD, dan jauh perbandingannya dengan beberapa tahun lalu yang naik sampai ratusan penderita," jelas Kadis.

Aksi foging pun terus dilakukan oleh Dinkes Manado, dimana kegiatan foging sudah dilaksanakan di 6 kecamatan, dengan 40 titik yang dikenal sebagai penyumbang DBD.

Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2940 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2018
Atas