Gedung CTI Manado, Tempat Pertemuan Penyelamatan Terumbu Karang Dunia

Rabu, 28 Oktober 2015 17:00 WITA
Gedung CTI Manado, Tempat Pertemuan Penyelamatan Terumbu Karang Dunia
NET
Ilustrasi gedung CTI Manado yang terletak di Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado 

BAGHUMASPRO – Potensi kekayaan laut yang begitu besar dan melimpah untuk kelangsungan hidup mendorong Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memprakarsai pembentukan kerjasama multilateral dengan 5 negara untuk menjaga, memanfaatkan, dan melindungi sumber daya hayati laut.

Bila ditarik garis mengelilingi perairan wilayah enam negara, yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, seakan-akan garis tersebut berbentuk segitiga, yang kemudian dikenal atau populer dengan nama segi tiga terumbu karang (Coral Triangle Region).

Kawasan Coral Triangle (CT) membentang seluas hampir 6 juta kilometer persegi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat, yang meliputi perairan enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia (kawasan Sabah), Philipina, Timor-Leste, Papua Nugini (bagian Timur) dan kepulauan Solomon.

Kawasan CT ini memiliki biodiversitas tinggi. Terdapat lebih dari 500 spesies terumbu karang, 3.000 spesies ikan, dan hutan bakau (mangrove) yang sangat luas.

Kekayaan sumber daya perikanan dan mahluk hidup lainnya di kawasan "Segitiga Terumbu Karang" ini secara langsung menopang kehidupan bagi sekitar 120 juta orang dan memberikan manfaat bagi jutaan orang lainnya di seluruh dunia yang memiliki ketergantungan terhadap laut sebagai sumber utama protein, pendapatan dan pekerjaan.

Gedung sekretariat Coral Triangle Initiative (CTI) Center terletak di Kairagi-Kayuwatu, Manado. Hal itu merupakan realisasi dari kesepakatan enam kepala negara dalam pertemuan puncak Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security atau CTI-CFF Summit) yang digelar di Kota Manado bulan Mei 2009.

Pembangunan gedung sekretariat CTI Center merupakan tindak lanjut hasil rekomendasi Senior Official Meeting kelima (SOM-5) dan Ministrial Meeting kedua (MM-2), yang menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah lokasi Sekretariat Regional.

Selanjutnya, Indonesia menetapkan Kota Manado sebagai lokasi pembangunan gedung sekretariat CTI center di lahan seluas 6.084 meter persegi yang terletak di Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Pembangunan gedung CTI Center berlangsung selama 14 bulan, dimulai Januari 2012 sampai awal tahun 2013 dengan anggaran 47 miliar.

Bangunan tersebut terdiri dari dua bangunan. Bangunan pertama berbentuk bundar setinggi 5 lantai dan dilengkapi dengan convention hall, difungsikan untuk pusat kegiatan kesekretariatan CTI-CFF.

Bangunan kedua merupakan exhibition indoor setinggi 7 lantai. Difungsikan untuk ruang aquarium, ruang perpustakaan, ruang pelatihan/training center, research center dan ruang pertemuan.

Pembangunan gedung CTI Center dimaksudkan untuk menunjang kelancaran kegiatan kesekretariatan, pertemuan-pertemuan forum international, dan sebagai pusat informasi yang terkait dengan Coral Triangle. Manfaatnya bagi Indonesia adalah untuk kemajuan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Selama masa transisi, selain membangun CTI Indonesia juga menyediakan dana operasional sekretariat selama 3 tahun pertama. Biaya penyelenggaraan pertemuan-pertemuan CTI ditanggung negara tuan rumah.

Sedangkan pengeluaran negara anggota terkait perjalanan untuk menghadiri pertemuan-pertemuan CTI ditanggung oleh masing-masing negara.

Penulis: Humas Pemkot Manado
Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2414 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2020
Atas