Tiga Jejak Presiden Soekarno di Kota Manado

Kamis, 18 Juni 2015 17:49 WITA
Tiga Jejak Presiden Soekarno di Kota Manado
Peluncuran The President Soekarno Heritage 2015 membuka tabir baru mengenai jejak-jejak Presiden Soekarno di Kota Manado. 

BAGHUMASPRO – Kegiatan peluncuran The President Soekarno Heritage 2015 yang dilaksanakan The Soekarno Center, Rabu (17/6) di Kota Manado membuka tabir baru mengenai jejak-jejak presiden pertama Indonesia di ibukota Sulawesi Utara itu.

Walikota Manado Vicky Lumentut adalah salah satu pihak yang mengetahui jejak-jejak itu. Ia terlihat antusias ketika menerima informasi satu rumah di daerah Tikala, dekat kantor Pemkot Manado, ternyata pernah beberapa kali disinggahi Soekarno saat melawat ke Sulawesi Utara.

Vicky pun dengan semangat mempersilakan tim Soekarno Centre menelusuri rumah tersebut lebih jauh. “Telusuri saja,” katanya.

Selain sebuah rumah di daerah Lapangan Tikala, jejak lain Soekarno di Manado adalah Jembatan Megawati. Jembatan tersebut dikenal sebagai satu bangunan vital yang menghubungkan kawasan Manado utara dengan selatan.

Nama jembatan itu memang terdengar tidak asing. Soekarno menamainya dengan nama putrinya yang kini merupakan Ketua DPP partai politik berlambang banteng.

Selain itu, tentu saja jejak Soekarno lain adalah ikon Kota Manado yang baru saja diresmikan, Jembatan Soekarno.

Jembatan yang menghabiskan dana cukup besar dan waktu pengerjaan yang lama ini sengaja dinamai presiden pertama Indonesia, agar kaum muda selalu mengenang perjuangan bapak bangsa itu.

Menurut Vicky, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah lampu-lampu di Jembatan Soekarno agar suasana dan keindahannya bertambah memikat.

Di sisi lain, Vicky juga mengungkapkan makna dibalik tiga jejak Soekarno di Manado ini. Menurutnya, tiga jejak tersebut merupakan bukti nyata, bahwa Manado merupakan kota yang turut menentukan arah perjalanan sejarah Indonesia di masa silam.

Sementara itu, putra Soekarno dari istri Kartini Manoppo, Toto Suryawan Soekarno Putra menyatakan rasa terima kasihnya pada Walikota yang telah turut mengenang jasa-jasa Soekarno.

“Terima kasih, Pak Vicky,” ujar Toto singkat.

Selain mengucapkan rasa terima kasihnya, Toto juga mengungkapkan penilaiannya terhadap masyarakat Manado. Ia menilai warga di sini begitu cerdas dan religius, tapi sekaligus penuh empati. Tiga hal tersebut, kata Toto, merupakan ciri masyarakat ideal yang menjadi dambaan Soekarno. (advertorial)

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1490 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2020
Atas