Di Balik Hari Jadi Kota Manado 14 Juli

Selasa, 9 Juni 2015 11:56 WITA
Di Balik Hari Jadi Kota Manado 14 Juli
WIKIPEDIA
Benteng Nieuw Amsterdam di Manado yang dibuat VOC untuk menandai wilayah kekuasaannya. Beberapa peristiwa bersejarah memang menjadi alasan dasar penetapan hari ulang tahun Kota Manado yang jatuh 14 Juli. 

BAGHUMASPRO Kota Manado memperingati hari ulang tahun setiap 14 Juli. Terdapat beberapa peristiwa menarik yang menjadi latar belakang penetapan tanggal tersebut.

Pertama, peristiwa Merah Putih yang terjadi 14 Februari 1946. Saat itu putra-putri daerah Manado menentang penjajahan Belanda dan berusaha keras mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Akibatnya, 14 pun menjadi angka yang bermakna besar bagi masyarakat Kota Manado.

Kedua, penetapan unsur yuridis yang terjadi bulan Juli 1919. Saat itu terbit Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tentang penetapan Gewest Manado sebagai kota melalui Staatgemeente.

Sejak saat itu wilayah Manado pun diresmikan sebagai kota yang mempunyai unsur-unsur pemerintahan sendiri.

Beberapa peristiwa tersebut mendorong penetapan 14 Juli sebagai hari ulang tahun Kota Manado. Sejak 1989, ibukota provinsi Sulawesi Utara ini pun terus memperingatinya lewat berbagai kegiatan dan upacara resmi.

Di samping itu, tercatat beberapa peristiwa sejarah pernah terjadi di Manado. Mulai dari zaman penjajahan di tahun 1658 di mana VOC membuat benteng Nieuw Amsterdam untuk menandai kekuasaan wilayahnya.

Satu pahlawan Indonesia, Pangeran Diponegoro pun pernah diasingkan ke kota ini oleh penjajah Belanda tahun 1830.

Selain itu, ahli biologi terkenal asal Inggris, Alfred Wallace juga pernah berkunjung ke Manado di tahun 1859 dan memuji keindahan kota.

Setelah Indonesia merdeka, Manado pun pernah mengalami kerusakan berat akibat bom TNI Angkatan Udara untuk memberantas Permesta di tahun 1958.

Dengan usianya yang mencapai 392 tahun di 2015, Manado pun terus berusaha mengembangkan pembangunannya agar menjadi kota yang benar-benar mengayomi masyarakat beserta aktivitas yang menyertainya.

Semua itu dijalankan berdasar semboyan ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ yang berarti ‘selalu berusaha memanusiakan manusia’.

Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1382 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2020
Atas