Jembatan Soekarno, Ikon Baru Kota Manado

Kamis, 28 Mei 2015 11:27 WITA
Jembatan Soekarno, Ikon Baru Kota Manado
EURICO / SKYCRAPPERCITY.COM
Terletak di Manado, Sulawesi Utara, Jembatan Soekarno merupakan jalur penghubung yang berdiri di atas Sungai Tondano. 

BAGHUMASPROJembatan Soekarno mulai diresmikan sejak Kamis (28/5/2015) oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani. Dengan panjang 625 meter, jembatan tersebut dengan cepat menjadi kebanggaan baru masyarakat Manado. Bahkan, kehadirannya dapat menjadi ikon baru Kota Manado setelah Taman Nasional Bunaken.

Pengerjaan Jembatan Soekarno tersebut memakan waktu yang cukup panjang, 12 tahun. Megawati Soekarnoputri yang saat itu masih menjabat sebagai presiden meresmikan proyek tersebut pada 12 Oktober 2003.

Awalnya jembatan tersebut hendak dinamai Nyiur Melambai. Namun, setelah beberapa kali pertemuan pemerintah daerah dan pusat, akhirnya disepakati nama jembatan tersebut Soekarno.

Pemerintah pusat dan daerah pun sepakat menjadikan Jembatan Soekarno sebagai proyek nasional. Pengerjaan konstruksinya dilakukan BUMN konstruksi PT Hutama Karya (HK) dengan dana yang bersumber dari APBN. Jumlahnya sekitar Rp 225 miliar.

Setelah pada Desember 2014 penyambungan jembatan selesai, proyek tersebut masih belum sempurna 100 persen. Terdapat bagian pinggir batas jembatan (barrier), pengaspalan lantai, pemasangan lampu, dan kabel-kabel yang masih harus dilakukan. Akibatnya, proses pengerjaan jembatan masih memerlukan waktu yang cukup lama.

Di samping itu, pengerjaan konstruksi Jembatan Soekarno pun mengalami beberapa hambatan. Selain faktor dana, birokrasi dan konstruksi, faktor alam juga turut berpengaruh terhadap lancarnya proses penyelesaian proyek. Curah hujan yang tinggi, aktivitas gempa, dan bencana banjir yang sempat terjadi di Manado beberapa waktu lalu adalah beberapa di antaranya.

Jembatan yang melewati Sungai Tondano itu akhirnya rampung dan dapat digunakan masyarakat Manado mulai Mei 2015. Dengan menyambung Manado Ring Road, jembatan tersebut diharapkan menjadi pendorong percepatan pembangunan Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara.

Apalagi, dengan megah dan besarnya jembatan tersebut, warga diharapkan memanfaatkannya menjadi pusat keramaian atau perkumpulan. Daya tarik wisatawan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, pun diharapkan dapat meningkat seiring perkembangan Jembatan Soekarno.

Dengan pesona dan kecantikannya, Jembatan Soekarno memang dapat menjadi ikon baru Kota Manado. Bagi yang ingin mengunjungi Manado dalam waktu dekat, jembatan tersebut dapat menjadi objek menarik yang tak pantas dilewatkan begitu saja.

Akses menuju pusat kota dari kawasan utara Manado dapat terhubung lewat jembatan tersebut. Menyusuri tepian pantai Manado dan menyeberangi Sungai Tondano yang bermuara di Teluk Manado, warga dapat melewati beberapa tempat yang menarik.

Beberapa di antaranya adalah Pelabuhan Manado dan Pasar Bersehati yang lokasinya berada di atas jalan dan jembatan.

Apalagi pemandangan dari Jembatan Soekarno pun cukup indah. Sejumlah pemandangan pulau-pulau di Manado seperti Pulau Manado Tua dan Pulau Bunaken dapat terlihat jelas dari atas jembatan. Suasana khas aktivitas Pelabuhan Manado pun dapat menjadi perhatian yang memikat hati.

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1309 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2020
Atas