Pesona Kawasan Boulevard Kota Manado

Rabu, 27 Mei 2015 14:57 WITA
Pesona Kawasan Boulevard Kota Manado
NET

BAGHUMASPROBoulevard Manado merupakan kawasan reklamasi pantai terpanjang di Indonesia. Awalnya berbentuk jalan yang direklamasi Pemkot Manado di akhir tahun 1980. Tujuannya untuk memperlancar transportasi. Pantai yang direklamasi untuk jalan sepanjang 4,3 km dari panjang garis pantai Manado yang mencapai 18,7 km. Pembangunan Bouleard sendiri diresmikan tahun 1993.

Dua tahun setelah jalan diresmikan, pemerintah kemudian mengizinkan pengembang mereklamasi pantai untuk kegiatan bisnis. Panjang pantai yang direklamasi oleh pengembang sama dengan panjang jalan, yaitu 4,3 km dengan lebar antara 100-150 meter. Luas total pantai yang direklamasi mencapai 67 Ha.

Pengembang yang melakukan reklamasi adalah PT Bahu Persada, PT Mega Surya Nusa Lestari, PT Multi Cipta Perkasa Persada Nusantara, PT Gerbang Nusa Perkasa, PT Sulenco dan PT Papetra Perkasa Utama.

Kawasan yang direklamasi ini mirip Orchard Road di Singapura dengan tujuan menjadi tempat bisnis teramai di Manado. Lokasinya yang strategis terus diincar para investor dengan baragam kelas. Rata-rata bangunannya tidak lebih dari tiga tingkat. Kenyamanan pengunjung dijamin oleh pengembang dengan tidak membangun usaha yang berdampak pada polusi dan suara bising seperti bengkel.

Pemkot Manado sendiri menamakan Boulevard sebagai kawasan B on B (Boulevard on Business). Siang dan malam hari dipenuhi orang untuk berbelanja dan bersenang-senang. Selain mal, juga terdapat sejumlah hotel berbintang, restoran, kafe serta toko dan ruko yang memagari pesisirnya.

Sejak kehadiran Boulevard, aktivitas masyarakat lebih banyak terserap pada kawasan ini, baik untuk menikmati keindahan pantai atau untuk mencari nafkah. Hal ini membuat kawasan Boulevard tidak hanya menjadi pusat perdagangan Kota Manado, tetapi juga secara tidak langsung mendorong kegiatan ekonomi Sulawesi Utara.

Selain sebagai kawasan bisnis, Boulevard juga merupakan salah satu daya tarik Kota Manado yang memesona, terutama saat menyaksikan sunset dan menanti tibanya sejuk udara malam Manado.

Boulevard sendiri bukan nama sesungguhnya. Nama yang sebenarnya adalah Jalan Pierre Tendean, namun di kalangan masyarakat Manado lebih senang menyebutnya Boulevard.

Kehadirannya menjadi pusat perkembangan Kota Manado yang modern. Lokasinya yang strategis menjadi magnet bagi para pelaku bisnis. Banyak perkembangan dan perubahan yang terus terjadi di kawasan ini. Hanya satu yang tidak berubah, yaitu keindahannya dalam berbagai arah yang memesona.

Boulevard Manado merupakan tempat yang ideal untuk menyaksikan keindahan kota di malam hari. Mulai pukul 16.00-17.00 WITA, kawasan reklamasi ini mulai dipenuhi orang. Tujuan mereka sama, yaitu untuk menikmati romantisme keindahan pantai dan kekhasan sunset Boulevard dengan suasana udara semilir segar. Masyarakat yang datang umumnya membawa kamera untuk membidik momen indah warna-warni awan menjelang tenggelamnya matahari.

Hiruk pikuk kota, keindahan pesona pantai, dan lukisan langit diiringi alunan kecil ombak yang memecah di tepian pantai, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Bila pemandangan di arahkan ke laut, mata kita disuguhi pemandangan gunung Manado Tua dengan ketinggian sekitar 655 meter yang tampak kokoh di tengah laut.

Selain itu terdapat pula Pulau Bunaken dan Siladen yang tampak bergelombang menuju puncaknya yang memiliki ketinggian 200 meter. Sementara jika pandangan dialihkan ke arah darat, mata akan disugukan pemandangan barisan bukit hijau yang memagari Kota Manado.

Keindahan pesona Boulevard tidak hanya berakhir sampai matahari terbenam, tapi berlanjut sampai pada malam hari. Menjelang malam, kawasan kulinernya lebih padat pengunjung dibanding siang hari. Makanan, minuman, serta jajanan khas Manado-Minahasa mudah ditemui di tempat ini.

Mulai dari ikan bakar tude, pisang bersambal rica-rica, ragey, beraneka ragam olahan sea food dan sejumlah makanan khas bercita rasa Manado yang berbumbu pedas segar, tinggal dipesan sesuai selera.

Pada momen-momen tertentu, kawasan ini juga digunakan sebagai arena hiburan warga berupa kegiatan konser dan pertunjukan musik artis lokal dan ibukota, serta kegiatan rekreasi menghibur lainnya.

Jalan pantainya yang lebar dan panjangnya sekitar 4,3 km menjadi landmark kebanggaan Kota Manado. Pada setiap Sabtu dikhususkan untuk kegiatan olah raga seperti jogging, senam, jalan kaki, dan bersepeda santai ria. Semua kegiatan tersebut bebas dilakukan di kawasan ini, karena lalu lintas kendaraan dialihkan ke ruas jalan lain.

Pada hari Minggu, kawasan yang padat ramai ini menjadi lengang. Mal, toko dan ruko sekitar 90 persen lebih tidak beraktivitas. Pemilik dan karyawan pada umumnya melakukan kegiatan kerohanian di tempat ibadah dan yang lainnya melakukan kegiatan akhir pekan lainnya. (Soleman Montori)

Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1305 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2020
Atas