Mengenal Kota Manado yang Berusaha Memanusiakan Manusia

Rabu, 27 Mei 2015 10:56 WITA
Mengenal Kota Manado yang Berusaha Memanusiakan Manusia
MANADOKOTA.GO.ID
Pemandangan Kota Manado dari ketinggian 

MANADO – Manado merupakan kota yang terletak di Sulawesi Utara. Dalam bahasa dan filsafat Minahasa, Manado disemangati oleh ungkapan yang dipopulerkan Sam Ratulangi, ‘Si Tou Timou Tumou Tou’. Ungkapan tersebut kurang lebih bermakna ‘Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain’.

Dengan semangat seperti itu, Manado senantiasa berusaha memanusiakan manusia dengan segala kinerja pembangunannya. Tercatat, 9 kecamatan berada di bawah naungan Kota Manado, yakni Bunaken, Malalayang, Mapanget, Sario, Singkil, Tikala, Tuminting, Wanea, dan Wenang.

Kesembilan kecamatan tersebut senantiasa memajukan pembangunan daerahnya masing-masing di bawah arahan Walikota Vicky Lumentut sejak 2010.

Sementara mengenai batas wilayah sendiri, Manado dikelilingi oleh Kabupaten Minahasa di Selatan dan Timur, Kabupaten Minahasa Utara dan Selat Mantehage di Utara, serta Teluk Manado di Barat. Dengan luas wilayah daratan mencapai sekitar 15 ribu hektar, Manado pun memiliki garis pantai yang cukup panjang, 18,7 kilometer.

Satu wilayah perairan di Manado yang cukup terkenal adalah Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua. Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak mencapai 200 meter. Sementara Manado Tua merupakan pulau gunung dengan ketinggian kurang lebih 750 meter.

Pulau Manado Tua di Kejauhan
Pemandangan Pulau Manado Tua di kejauhan

Dengan wilayah daratan dan perairan yang cukup luas, tak heran Manado memiliki ekosistem pariwisata yang cukup menjanjikan. Atraksi menyelam dan snorkeling di Taman Nasional Bunaken pun menjadi satu daya tarik yang mendatangkan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Selain itu, berbagai tempat wisata lain pun tersedia di Manado, seperti Monumen Yesus Memberkati, Danau Tondano, Taman Purbakala Waruga Sawangan, Kelenteng Ban Hin Kiong, Gunung Lokon, dan masih banyak lagi.

Untuk menampung kenyamanan para warga dan wisatawan, Manado pun ditunjang berbagai infrastruktur yang menjanjikan. Salah satunya Bandara Sam Ratulangi yang mempunyai rute penerbangan langsung ke Singapura, Manila, Kuala Lumpur, serta beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Sementara untuk infrastruktur jalan darat sendiri, Manado mempunyai minibus, taksi argo dan bus Damri yang dapat melayani kebutuhan warga hingga pukul 22.00 WITA (hari kerja) atau 00.00 WITA (akhir pekan).

Secara umum, kehidupan di Manado sama dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Untuk komunikasi sehari-hari sendiri, bahasa yang sebagian besar penduduk Manado gunakan adalah Melayu Manado. Bahasa itu merupakan bahasa Manado yang diucapkan menyerupai bahasa Indonesia dengan logat yang khas.

Berdasar sensus penduduk tahun 2010, Manado memiliki penduduk 410.481 jiwa. Penduduk itu terbagi menjadi pemeluk agama yang beragam. Tercatat, Kristen Protestan menjadi agama mayoritas dengan total 62,10 persen. Sementara penduduk Manado yang beragam Islam sekitar 31,30 persen.

Meski heterogennya latar belakang dan suku penduduk, Manado terkenal akan sikap ramah masyarakatnya yang senantiasa saling menghargai, toleran, rukun, terbuka, dan dinamis. Kota Manado pun menjadi salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. Hal itu tercermin dari satu ungkapan lain yang cukup populer di Manado, yakni ‘Torang Samua Basudara’ yang berarti ‘Kita Semua Bersaudara’.

Dengan berbagai hal tersebut, tak heran Manado memang berusaha memanusiakan penduduk maupun pendatang yang ingin datang ke kota yang terletak di Sulawesi Utara itu.

Penulis: Advertorial
Editor: Advertorial
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1298 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2020
Atas